Tips Memperbaiki Dinding Retak

Griya Inspiratif – Keretakan pada dinding merupakan salah satu jenis permasalahan yang sering dijumpai pada rumah tinggal. Retak dinding tidak mengenal jenis rumah, mulai rumah kecil hingga rumah megah dapat mengalami keretakan di dindingnya. Ada dua jenis retak pada dinding, yaitu retak kecil seperti retak rambut sampai retak besar seperti retak belah/struktur. Retak rambut merupakan retakan yang bercabang-cabang. Retakan yang menyerupai rambut ini biasanya berukuran di bawah 1 mm dan lebih dari satu, sehingga membuat tidak enak dipandang. Sementara jenis retak belah/struktur biasanya ditandai dengan kondisi retakan yang lebar dan dalam, ukurannya di atas 1 mm.

Ada beberapa penyebab retak dinding, di antaranya, adukan semen dan pasir kurang matang/homogen, kurang tekanan saat menggosok plesteran, pengerjaan acian yang tidak sempurna, jenis bahan penyusunan dinding kurang baik, kolom beton tidak menyatu dengan pasangan bata, adanya penurunan konstruksi bangunan, dan sambungan antara dinding lama dan baru dikerjakan kurang baik.
Keretakan rumah akibat struktur perlu penanganan khusus sehingga harus diserahkan pada ahlinya. Lain halnya pada retak rambut, perbaikannya dapat dilakukan sendiri. Namun, baik retak rambut maupun retak belah/struktur sama-sama menyebabkan perasaan was-was penghuni rumah. Apabila tidak segera ditangani bisa mengakibatkan runtuh perlahan-lahan dinding rumah.

Berikut ini adalah alat, bahan, dan langkah-langkah memperbaiki dinding yang retak.

Alat dan bahan

Ampelas, kuas, kape dan kape sekrap, wall filler (dempul dinding), cat yang fleksibel, rollerbesar dan kecil, kain, wall sealer (pengikat dinding)

Langkah pengerjaan

  1. Kupas bagian dinding yang retak dengan menggunakan palu dan kape
  2. Lapisi dinding yang sudah dikupas tersebut dengan wall sealer dengan menggunakan kuas atau roller. Tujuannya agar permukaan dinding terlapisi dengan kuat sebelum proses pelapisan selanjutnya
  3. Setelah kering (kurang lebih selama 2 jam), tebarkan adukan semen instan pada dinding yang sudah dikupas. Hindari penggunaan semen PC karena tidak tahan lama. Bila kupasan dinding cukup besar maka dapat dipasang serat fiber/kasa di atas plesteran lalu ditutup kembali dengan adukan semen instan
  4. Rapikan dan ratakan plesteran semen dengan busa pelembap
  5. Setelah plesteran mengering, lapisi dengan plamur dinding sebagai cat dasar
  6. Ampelas hasil plamuran hingga merata
  7. Lakukan pengecatan sesuai warna dinding di sekitarnya

Gimana sobat? Mudah bukan? Cara ini dapat dikerjakan sendiri di rumah, sehingga tidak perlu repot dan mengeluarkan biaya besar untuk membayar tukang. Selamat mencoba..!